Anggaran Covid-19, Pemkab Musirawas Diduga Tak Transparan 

DATABICARA.COM, Lubuklinggau – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lubuklinggau melalui Ketua Bidang Pemberdayaan Umat, Caca Andika, meminta pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk lebih transparan terkait anggaran Covid-19.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam penanganan wabah covid-19 sejauh ini belum secara terbuka dimata publik, khususnya tentang anggaran corona.

“Saya menilai kinerja Bupati Musi Rawas dalam penanganan wabah covid-19 ini hanya bentuk seremonial dalam pelaksanaannya. Kenapa?, sebab sudah berapa bulan ke belakang ini pemerintah masih tidak transparan dalam segi anggaran covid-19 ini,” ungkapnya, Rabu (20/5/2020).

“Saya meminta kejelasan sudah sejauh mana anggaran tersebut dialokasikan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, apalagi anggaran yang dikucurkan sangat fantastis. Jadi anggaran begitu besar harus lebih terinci dalam penyalurannya, apalagi melihat perkembangan sejauh ini kasus positif corona sudah ada 8 orang yang positif,” tambahnya.

Ia mengaku sangat mengkhawatirkan pendemi covid-19 ini di Musi Rawas, dijadikan kepentingan politik para pemangku kekuasaan.

“Kita paham bahwa kabupaten ini akan mengahadapi kontestasi politik 5 (lima) tahunan dan diisukan bahwa incumbent akan maju kembali untuk periode selanjutnya. Maka, dengan anggaran Covid-19 yang ternilai milyaran rupiah. Kami takutkan akan terjadi huru-hara kampanye hitam di tengah pandemi covid-19. Ini yang harus kita perhatikan seksama,” tegasnya.

“Jangan ada embel-embel politik dalam penanganan wabah corona. Kami juga meminta agar ASN harus netral, termasuk pihak DPRD dan Polres Musi Rawas agar melakukan pengawasan anggaran covid-19,” pungkasnya. (Ebied s).

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment