Bangunan DAK Tak sesuai, Afriyadi : Kita Bongkar

DATABICARA.COM, Musirawas – Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang Pendidikan salah satu upaya mewujudkan pemenuhan standar sarana dan prasarana belajar pada setiap satuan Pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan agar tepat guna dan tepat sasaran. Rabu, (19/09).

Berhasil diwawancarai Kepala Dinas Pendidkan Musirawas, Provinsi Suamtera Selatan. Irwan Efendi, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Afriyadi, menjelaskan jumlah sekolah Dasar (SD) yang mendapat bantuan rehabitasi ataupun pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) bersumber DAK sebanyak 111 SD dengan nilai bervariasi.

Lanjutnya, untuk SD yang mendapat bantuan tersebut dibekali selain Petunjuk Teknis (Juknis), Gambar dan RAB. tentunya, hal tersebut dikerjakan oleh pihak Sekolah bekerjasama denagn tim Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) serta tidak boleh diborongkan pada pihak ketiga.

Menurut Yadi sapaan akrabnya, Dalam pengerjaan rehabilitasi ataupun pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) harus lah transparan dan akuntable dan jika ada oknum Kepsek selaku pengelola anggaran DAK ketauan bermain atau pengerjaannya tidak sesuai Petunjuk Teknis dan RAB jangan  berkecil hati.

“Ada 1.11 SD se-Mura, Kegiatannya harus sesaui dengan Juknis dan RAB jika tidak Kita bongkar” Tegas Yadi diruang kerjanya.

Dijelas Yadi, Terkait nilai anggaran rehabilitasi sedang dan berat yang sama besarnya itu sesuai kebutuhan masing-masing sekolah dan hal terdebut dapat dialihkan kefisik lainnya. “Rehab sedang adalah kerusakannya sekira 40%, sementara berat dari 66-75%”, itupun dapat dirubah sesuai kebutuhan”. ungkapnya.

Sebelumnya, informasi dihimpun tim awak media www.databicara.com, bahwa ada beberapa bangunan Sekolah bersumber DAK ditiga Kecamatan dalam Kabupaten Muairawas terkesan tidak mengindahkan Permendikbud No 1 tahun 2019 tentang Petunjuk Operasional DAK Fisik Bidang Pendidikan. (Ebied s).

Share this:

Related posts

Leave a Comment