Belum Setahun Dinding Penahan Sungai Desa Remban Muratara Ambruk 

DATABICARA.COM, Muratara- Sungguh sangat disayangkan belum genap satu tahun proyek dinding penahan sungai di Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu Kebupaten Muratara yang menelan anggaran hampir satu milyar tersebut sudah ambruk bahkan mengkhawatirkan bagi masyarakat setempat.Jumat (17/5)

Pantauan wartawan Databicara.com melalui investigasi khusus bahwa bangunan yang diperkirakan panjang 80 meter dan tinggi 2,5 meter diduga dibuat asal asalan dan mengurangi volume bahan saat proses pengerjan.

Proyek yang dibangun oleh Cv.Tujuh Bidadari dengan nilai kontrak Rp 998.477.000 melalui sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut kini hanya tinggal tersisah pecahan pecahan bangunan.

HR (40) Salah seorang warga setempat bahwa dirinya bersama warga lainnya sangat kecewa atas pekerjaan CV .Tujuh Bidadari ini karena akibat perbuatan mereka yang diduga mengambil untung terlalu besar dalam pembangunan dinding aliran sungai itu sehingga belum satu tahun bangunan ini sudah hancur.

“Boleh boleh saja cari keuntungan dalam menjalankan proyek tapi kira kira masak proyek yang hampir satu milyar nilainya ini belum setahun sudah hancur dan hancurnya bukan karena tergerus tapi memang pembuatannya yang asal jadi,”

Pria yang berprofesi sebagi petani ini juga mendesak kepada pemerintah Kabupaten Muratara untuk memanggil pemilik proyek dan memeriksanya  ada apa dalam pembangunan proyek ini karena belum juga genap satu tahun sudah hancur.

“Kami selaku masyarakat khususnya masyarakat remban sangat dirugikan atas perbuatan oknum oknum yang diduga mencari keuntungan dengan membangun bangunan didesa kami terutama dinding penahan aliran sungai yang saat ini hancur akibat volume atau bahan yang digunakan tidak sesuai dengan rencana,” tegasnya.(Joni)

Share this:

Related posts

Leave a Comment