BNN Lubuklinggau Gelar Rakor Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Dilingkungan Dunia Usaha Dan Swasta

Databicara.com, Lubuklinggau – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan. Melalui seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Gelar rapat koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba dilingkungan Dunia Usaha dan Swasta  dengan tema “Mensinergikan peran penggiat anti narkoba serta membangun kepedulian untuk berperan aktif dalam membangun lingkungan bersih dari penyalahgunaan narkoba” bertempat di Hotel Cozy Kota Lubuklingau. Kamis, (05/03/20).

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir selain penyelenggara pihak BNN Kota Lubuklinggau dihadiri juga oleh pihak, Metta Hotel, PT BPJS Ketenagakerjaan, PT Graha Pena Linggau Pos, PT Silampari Media Utama, Lippo Plaza, Grapari Tsel, Hotel Hakmaz, SM Swalayan, PT Taspen (Persero) dan PT SKML yang turut hadir.

Dalam pidatonya sekaligus pembukaan acara, Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riyadi. S, SI. Didampingi Kasubag Umum, Apandi S. SE, dan Kasi P2M, Yuhfan, Menjelaskan bahwa kegiatan dilaksanakan adalah salah satu langkah awal untuk mensinergikan serta mewujudkan lingkungan Swasta dan Dunia Usaha yang bersih dari penyalahgunaan Narkoba, untuk Menanggulangi masalah Narkoba, peran masyarakat sangat diperlukan baik itu dari kalangan Swasta dan dunia usaha sekali pun, sebab narkoba masuk tidak mengenal lingkungan ataupun pekerjaan.

Narkoba sudah menjadi musuh bersama yang harus kita lawan bersama dan dengan keseriusan yang terukur dan terarah melalui berbagai aspek, baik itu pencegahan, pemberantasan hingga ke Rehabilitasi. Dan Upaya yang dapat dilakukan adalah Kegiatan Diseminasi atau sosialisasi atau pemasanagan spanduk anti narkoba, Diteksi dini melalui tes urine, Pembentukan satuan tugas atau penggiat anti Narkoba dan melakukan Rehabilitasi.

“Kami mohon kerjasamanya bagi perusahaan, Masyarakat agar dapat mensosialisikan tentang bahaya Narkoba, baik menggunakan spanduk anti narkoba atau yang lainnya, Dan kami juga siap membantu seperti contoh, ada salah satu karyawan yang jarang masuk kerja atau ada kejadian yang tidak kita inginkan disitu kami siap”.ujarnya.

Maka untuk penanggulangan narkoba diperlukan upaya yang Terpadu dan komprenhensif yang meliputi upaya preventif, represif, terapi dan rehabilitasi. Yang menjadi sasaran yaitu masyarakat yang belum memakai atau yang belum mengenal Narkoba sekalipun.

“Mudah-mudahan dengan Rakor ini bisa memberikan pemahaman dan menghasilkan satu komitmen untuk bersama-sama memerangi narkoba guna mewujudkan Lingkungan yang bersih Narkoba”. harapnya. (Ebied s).

Share this:

Related posts

Leave a Comment