BULE SPANYOL DAFTARKAN DIRI DI NASDEM MAJU CALON BUPATI SAMOSIR

DATABICARA.COM ,Samosir Sumatra Utara – Carlos Melgares Varon, seorang WNI keturunan Spanyol mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Bupati Kabupaten Samosir.

Pria kelahiran Guandix-Granada Spanyol 56 tahun lalu, Carlos Melgares Varon tertarik terjun di kancah politik di Indonesia sejak tahun 2010.
“Saya mulai tertarik di politik ketika diundang oleh Bupati Samosir untuk memberi pelatihan kepada Kepala-kepala Dinas di lingkungan Pemkab Samosir mengenai bule print untuk membangun Kabupaten.” ujarnya melalui sambungan seluler saat dikonfirmasi (Senin, 21/10/2019 pukul 19.00 wib).

Ketertarikannya berlanjut setelah beberapa kali pergantian Bupati.
Carlos melihat belum ada perubahan secara nyata. “Masyarakat masih terlihat belum ada peningkatan kesejahteraan. Masih dalam kondisi miskin padahal daerahnya memiliki potensi yang luar biasa dibidang ekonomi dan pariwisata” tegasnya.

Beberapa kali pergi ke Samosir, baik dalam tugas, survey dan urusan keluarga, ia merasa tertantang untuk ikut serta membangun Kabupaten Samosir tempat kelahiran dan asal istrinya, Adiana Boru Malau yang dinikahinya di Jakarta tahun 2008 dan dikaruniai 2 buah hati bernama Carlos dan Rafael Tumpak).

“Saya mendaftar melalui Partai Nasdem dan siap maju dalam Pilkada Kab. Samosir.
Dengan cara mengikuti kontestasi pilkada saya dapat membangun Samosir melalui kebijakan apabila terpilih nanti”, tegasnya.
Carlos akan memprioritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) disamping pembangunan infrastruktur.

“Ekonomi kerakyatan menjadi perhatian utama. Diantaranya dibidang: Peternakan, Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Pariwisata.
Apabila semua itu dikembangkan akan mengangkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Samosir”, lanjut Carlos yang mendapatkan Marga Simbolon.

Carlos Melgar es Varon memiliki gagasan terkait pengembangan Kab. Samosir, khususnya pengembangan Danau Toba sebagai destinasi Wisata Dunia.

“Pak Carlos Melgar es Varon (yang berlatar belakang WNI keturunan Eropa) mencalonkan diri sebagai calon Bupati, ini adalah suatu hal yang surprise, karena biasanya mereka tidak tertarik bekerja di Birokrasi.
Dengan turutnya WNI turunan mencalonkan diri akan menjadi magnet tersendiri dalam kontestasi di Pilkada itu sendiri” kata Dr. Hotland Sitorus S, Si., M. Kom. direktur Pusat Riset Demokrasi (PRIDE) melalui chat WhatsApp.

“Bisa jadi ini akan menjadi perhatian Nasional, bahkan Internasional, yang menandakan bahwa demokrasi Indonesia semakin maju, dan kesempatan dimiliki oleh semua WNI keturunan. Tidak ada perbedaan WNI asli atau tidak asli. Semoga sinyal ini menjadi pertanda bahwa demokrasi Indonesia semakin dewasa” tambah Hotland.

Tantangan yang akan dihadapi Seorang Carlos yang tegas dan disiplin ini, adalah isue Putra Daerah dan Moneypolitik (Politik Uang).
Dengan adanya UU yang mengijinkan semua Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan sesuai perundangan-undangan yang berlaku, ia berharap, Pilkada Samosir 2020 akan menjadi pilkada yang jujur, adil serta transparan.

“Kepada masyarakat jangan tergiur dengan uang Rp. 500.000,- untuk hidup enak 5 hari, tetapi menderita selama 5 tahun.” ungkapnya.

“Dengan mengenalkan diri secara pribadi kepada masyarakat, serta dengan pendekatan ketulusan program yang dilandasi ilmu serta penelitian-penelitian di Samosir akan menjadi daya tarik sendiri”. pungkas Pria bule yang fasih bahasa Indonesia. (Paul).

Share this:

Related posts

Leave a Comment