Diduga Pungli Bermodus Komite, L-KPK Minta Ditindak Tegas

DATABICARA.COM, Musirawas – Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan untuk kepentingan pribadi atau oknum petugas dengan tujuan mencapai suatu kepentingan tertentu baik individu maupun masyarakat dikeluhkan warga. Rabu (31/07).

Informasi dihimpun, telah terjadi pada Dunia Pendidikan Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan, tepat di SDN Mangan Jaya SP.7, Kecamatan Muara Kelingi diduga telah lakukan Pungli dengan dalih untuk kenang-kenangan kepada Guru baik membelikan baju Guru maupun membeli kursi di Sekolah tersebut.

Diketahui, kegiatan tersebut ternyata ditargetkan kepada siswa dan siswi dengan nominal yang cukup lumayan besar hingga membuat wali murid berkelu-kesah tentang pungutan tersebut.

Berhasil dihimpun, salah satu guru di SDN tersebut enggan menyebutkan namanya menjelaskan bahwa benar adanya pungutan tersebut, “Memang benar, Pada tahun ajaran 2018 – 2019 kepsek kami mengumpulkan uang kepada wali murid dengan jumlah yang ditentukan, infonya untuk perpisahan dan kenang-kenangan dibelikan baju Guru dan kursi”. paparnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Musirawas melalui Kasubag Kepegawaian Zaini menyayangkan jika perbuatan Sekolah-sekolah di Musirawas berjalan tidak sesuai dengan aturan. “Jika tidak sesuai dengan data -data yang dimunculkan baik notulen rapat atau pun yang lain, itu jelas menyalahi aturan”. Tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Wilayah Sumatera Selatan Melalui M Harus AK mengharapkan kepada pihak yang berwenang dibidangnya agar segera melakukan pemantauan di SDN tersebut guna terciptanya Musirawas sempurna serta bebas dari dugaan pungutan Liar (Pungli).

“Itu sudah ada unsur Pungli, kami minta agar tim Saber Pungli di Kabupaten Musirawas bertindak tegas dengan SDN yang diduga lakukan Pungli, Ya sesuai dengan aturan yang berlaku” harapnya dengan tegas. (Jalal).

Share this:

Related posts

Leave a Comment