Diduga Pungli Prona Desa Suka Merindu Dilapor Ke Kejari

Databicara.com, Musirawasa – Diduga menyalahgunakan wewenang serta melakukan Pungutan Liar (Pungli) saat pembuatan sertifikat melalui Program Nasional (Prona) Tahun anggaran 2020. Hal itu diungkapkan oleh Ketua LSM LPKP saat pihaknya menyampaikan laporan ke Kejaksaan Negeri Lubuklinggau. (11/09/2020).

Menurut ketua LSM LPKP, Zahrin,  pihaknya melaporkan kegiatan Desa Suka Merindu, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan. Atas dugaan Mark-Up melalui Dana Desa (DD) yakni pengadaan sapi sebanyak 12 ekor, serta dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam pembuatan Sertifikat tanah melalui Program Nasional (Prona) sebesar Rp.1.100.000.- /sertifikat.

Lebih lanjut, Zahrin, menjelaskan terkait pantauan tim nya di Desa tersebut bahwa Sapi dari Pemerintah Desa berkisar umur 5 hingga 6 bulan dengan harga Rp.10 juta /ekor.

“Setiap pembuatan sertifikat tanah itu tidak lebih dari Rp.200 ribu /setipikatnya, apabila lebih itu bisa dikatagorikan pungutan liar (pungli), dan itu sesuai anjuran dari Menteri pertanahan serta Perbup Musirawas”. jelasnya.

“Mengenai Pengadaan sapi, Kami sudah menyelusuri ke Dinas Perternakan Musirawas baik harga harga maupun ukurannya”. tambahnya.

Untuk itu,  “Kami mohon kepada pihak Kejaksaan Negeri Lubuklinggau agar segera memangil dan memproses secara tegas terhadap oknum yang terlibat didalamnya”. harapnya. (Jalal).

Share this:

Related posts

Leave a Comment