Efriansyah : Desa Sungai Bilang Desa Terpencil Jadi Tidak Ada Anggaran

DATABICARA.COM, Muratara – Adanya berita terkait reses anggota dan ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) yang melakukan  reses dilakukan di ruang kelas sekolah desa sungai bilang, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan terkesan tak bermodal tersebut langsung dibantah oleh ketua DPR bahkan politisi partai gerindra ini menyebut bahwa Desa Sungai Bilang adalah Desa terpecil jadi tidak ada anggaran untuk reses. Kamis (14/2)

Hal itu diungkapkan Langsung ketua DPRD Kabupaten Muratara Efriansyah melalui pesan singkat what shap bahwa pihaknya sengaja melakukan reses dengan menggunakan gedung kelas sekolah sebab dalam reses tersebut pihak sekretariat tidak mencairkan anggaran untuk reses di Desa terpecil yakni Desa Sungai Bilang.

“Iya anggaran untuk sewa gedung, tenda dan kursi serta pangung tidak dicairkan oleh skertariat, alasannya Desa terpencil dan reses kami dadakan sehingga pihak sekretariat hanya mencairkan anggaran untuk makan minum saja,” ujarnya.

Pria yang saat ini mencalonkan diri kembali dari partai gerindra menyebutkan bahwa reses di sekolah itu tidak menyalahi aturan sebab dalam reses tersebut pihaknya tidak melakukan kampanye dan benar benar reses untuk menampung aspirasi masyarakat.

“Ia kami memang pinjam ruang kelas buat reses bukan kampanye dan reses ini dilakukan disekolah karena tanah di Sungai Lanang becek jadi tidak bisa didirikan tenda atau pangung makanya kami menggunakan ruang kelas sekolah,” jelasnya.

Saat disingung terkait berapa jumlah anggaran untuk reses dirinya tidak begitu mengetahui sebab pihaknya hanya menjalankan saja untuk tempat dan anggaran itu pihak staf sekretariat yang menyiapkan.

“Silakan tanyakan langsung ke staf pendamping dari sekretarian berapa jumlah anggaran reses karena kami hanya menjalankan saja,”katanya.

Sementara itu Abdul Azis aktifis peduli pendidikan Kabupaten Muratara menyesalkan adanya reses anggota dan ketua DPRD ini dilakukan di ruang kelas sekolah karena dirinya menilai bahwa kegiatan reses itu sudah ada anggarannya sebab  kegiatan itu untuk berinterkasi langsung kemasyarakat untuk menerima aspirasi langsung dari masyarakat.

“Saya pikir itu tidaklah rasional jawaban ketua jika Becek jadi alasan, tidak menyewah tenda dan gedung sebab dari luas Desa tersebut pasti ada lokasi yang kering yang bisa didirikan tenda kecuali sudah banjir besar kita maklumi itu,” tegasnya.(Joni).

Share this:

Related posts

Leave a Comment