Enggan Dikonfirmasi, Kades Berdalih Lockdown 

DATABICARA.COM, Musirawas – Kendati untuk menghindari penyebaran virus Corona (Covid-19) yang semakin meluas. Namun, Soal Lockdown itu domain Pemerintah Pusat. 

Namun lain yang terjadi di Pemerintahan Desa T.I Bangun Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan. Kata Lockdown diduga jadi Mainan Guna mengelabui Waratawan yang bertugas mencari informasi.
Hal itu diungkap oleh Kepala Desa, T.I Bangun Sari, Yatin, saat dihubungi awak media melalui hendpone pribadinya saat hendak melakukan pemantauan program Dana Desa (DD) terkait antisipasi Wabah Corona serta Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Dijelas Yatin, untuk menghindari penyebaran virus Corona (Covid19) dirinya tidak bisa ditemui, Menurut dia, Pemerintah Desa T.I Bangun Sari telah menerapkan peraturan Lockdown.
“Tidak bisa ketemu karena zaman Corona, Desa Bangun Sari sudah lockdown”. cetusnya sembari menutup hendpone. Kamis, (30/04).

Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memutuskan tidak akan melakukan lockdown atau menutup akses pintu masuk wilayah untuk mengantipasi penyebaran virus corona.

 

Menurut Gubernur, H. Herman Deru, bahwa keputusan tersebut tidak bisa langsung dibuat begitu saja karena dampak Lockdown sangat besar. “Mengenai penutupan, apalagi itu aset milik Negara tentu kita harus samakan dengan program Nasional. Tidak bisa kita lakukan dengan selera sendiri, tutup sendiri tanpa memikirkan dampaknya,” tegas H. Herman Deru, Senin, tertanggal 30 Maret 2020 yang dikutip dari KOMPAS.com.

Sedangkan, Jika kita merujuk pada undang- undang nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), begitu juga SKB tiga Menteri, juga amanat Permendagri 114 dan 113, semua aturan ini mengamanatkan agar semua anggaran yang dikelola oleh pengguna anggaran yang berhubungan dengan uang Negara perlu transparan atau terbuka kepada Publik. (Ebied s).

Share this:

Related posts

Leave a Comment