Forum Pemerhati Guru Honorer Angkat Bicara

DATABICARA.COM, Samarinda- Suara dalam menyuarakan guru honorer sudah terngiang dimana-mana seperti Bekasi, Jombang, dan beberapa daerah lainnya, semua bersuara agar honorer K2 jangan dibatasi usianya. Baiknya ada kebijakan bagi honorer yang lebih tua diangkat demi keadilan.

Bagaimana dengan suara ormas atau forum yang peduli dengan honorer Kaltim. Apakah hanya diam membisu saja menunggu perjuangan daerah lain dan tinggal menikmati hasil perjuangan nasional. Tentu tidak demikian.

Milka Tulak, salah satu honorer mempertanyakan ini kepada rekan honorer dan pejuang honorer.

“Bukan lagi diam itu emas. Namun perlu ada gebrakan nyata. Kemana pemerhati Kaltim akan guru honorer K2 khususnya. Mana PGRI dan IGI atau lainnya,” tanyanya.

Terpisah, Anugrah juga sebagai pemerhati guru honorer sangat miris melihat ini, jika Kaltim belum ada gerakan perjuangan, baiknya seluruh organisasi keguruan bersatu padu untuk perjuangan guru honorer ini.

“Kok tersengar sunyi senyap saja,” kata dia.

Seperti halnya di ungkapkan oleh KH. M. Idris anggota DPD RI saat acara Seminar 4 Pilar di Kota Bontang beberapa waktu lalu mengungkapkan, dirinya pernah membela perjuangan guru honorer Sulsel.

“Alhamdulillah berhasil, cuma honorer Kaltim belum ada yang curhat kepadanya. Berarti honorer Kaltim aman saja,” jelasnya.

Protes di daerah dipicu oleh adanya rencana Pemerintah untuk mengadakan seleksi/test CPNS Guru yang tidak mengakomodir Guru guru Honorer yg usianya diatas 35 tahun.

Honorer beranggapan bahwa ini merupakan tamparan bagi PGRI yang mungkin saja sudah bertahun-tahun memperjuangkan nasib guru honorer secara keseluruhan untuk dapat diangkat menjadi CPNS.

Forum Pemerhati Guru Honorer Kaltim berencana akan melayangkan Petisi kepada Presiden RI yang tembusanya akan dikirim kepada MENPAN RB, BKN, MENDIKBUD, PGRI Pusat dan KETUA PGRI PROVINSI Kaltim. Surat tersebut juga ditanda tangani bersama oleh para pemerhati guru honorer se-Kaltim. (Anugrah)

Share this:

Related posts

Leave a Comment