Greeselly : Sidang Mediasi Pemkab VS Pt.Ahba Mulia 75% Gagal

DATABICARA.COM, Lubuklinggau- Sidang sengketa antara pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dengan Pt.Ahba Mulia terkait pembatan lelang sepihak terkait pemenangan lelang proyek pembangunan jalan simpang biara menuju rawas ilir sebesar 11,4 Milyar yang dilakukan oleh pihak pemkab terus bergulir dipengadilan Negeri Kota Lubuklinggau bahkan sidang yang sudah masuk ke empat kali nya ini dengan agenda mediasi dipastikan tidak ada titik temu atau gagal. Kamis (11/7)

Hal itu disampaikan langsung Oleh Pengacara Pt.Ahba Mulia Gresselly saat menghadiri sidang ke empat di PN Lubuklinggau menjelaskan bahwa melihat dari proses jalannya sidang dari pertama hingga saat ini belum ada titik terang kejelasnnya bahkan dirinya meyakini bahwa sidang mediasi dipastikan gagal dan akan terus berlanjut hingga ke pembuktian selanjutnya.

“Kalau melihat dari kaca mata pribadi saya bahwa sidang agenda mediasi 75 persen gagal karena hingga saat ini belum ditemukan titik terang dan dari pihak pemkab muratara juga belum ada itikat baik untuk memenuhi permintaan yang diajukan bahkan bersi keras kemungkinan mereka lebih ingin terus maju,”jelasnya.

Ia juga mengatakan spersenbelum ada itikat baik dari pemda ada unsur lain yang dirinya juga meyakini mediasi tidak berhasil yakni dengan adanya oenmabhan kembali kuasa hukum yang sebelumnya hanya pihak JPN yang diberi kuasa kini ada lima pengacara pemda yang juga sudah diberi surat kuasa.

“Info yang saya terima mereka sudah menambah tim kuasa hukum dimana sebelumnya hanya menggunakan sembilan orang kuasa dari JPN saja kini menambah lg lima orang pengacara khusus dari pemda untuk menyelesaikan masalah ini dan total kuasa hukum mereka saat ini mencapai 14 orang,” ujarnya.

Wanita yang sehari harinya menggunakan hijab ini juga meskipun saat pihak pemkab muratara menyiapkan 14 orang pengacara pihaknya akan tetap maju dan mengikuti proses sidang dan tidak akan menyerah karena dirinya bersama tim Pt.Ahba Mulia adalah benar .

“Yang jelas kami akan terus maju hingga ada titik terang dalam perkara sidang ini dan mengetahui siapa salah dan siapa benar karena bagi kami dari awal melaporkannya kegiatan kami merasa betul dan merasa telah dirugikan oleh pihak pemkab yang sudah membatalkan pemenang saat lelang proyek 11,4 Milyar pembangunan jalan desa simpang biaro menuju rawas ilir,” tegasnya. (Joni).

Share this:

Related posts

Leave a Comment