Gress Selly : Siapkan Datangkan Tim Ahli Untuk Bedah Kasus Pokja III 

DATABICARA.COM,Muratara -Setelah memasukan gugatan secara resmi di pengdilan Negeri Lubuklinggau terkait pembatalan sepihak lelang proyek 11,4 Milyar untuk perbaikan Jalan Simpang Biaro Menuju Rawas ilir yang dilakukan  oleh pemerintah Kabupaten Muratara terkhusus  Kelompok Kerja (Pokja III) di ULP , Pt.Ahba Mulia siap datangkan Tim ahli pengadaaan barang dan jasa untuk membongkar permainan kotor tim pokja III.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Pt.Ahba Mulia yang menangani perkara pembatakan lelang sepihak tersebut , Gress Selly bahwa apabilah tidak ada itikat baik dari pemkab dan Pokja terkait pembatalan lelang proyek 11,4 milyar tersebut maka pihaknya dalam sidang perkara nantinya di pengadilan akan mendatangkan secara langsung tim ahli barang dan cara untuk membongkar kinerja pokja dalam pembatalan sepihak tersebut.

” Saya sudah berkoordinasi dengan tim ahli dijakarta bagian barang dan jasa dan mereka siap membantu membedah perkara laporan pokja di PN ini terkait pembatalan sepihak dan mereka siap hadir untuk membedah perkara tersebut dan membuktikan kebenaran dan kesalahan yang dilakukan oleh Pokja III,” jelasnya.

Ia juga mengatakan apabilah nanti di dalam proses sidang saat pembedahan dilakukan oleh tim ahli dan ditemukan hal yang mengarah pidana baik itu sifatnya korupsi maupun suap dan pidana umum lainnya maka pihaknya hari itu juga langsung melaporkannya ke tipikor dan kepolisian.

“Kami tidak main main dalam perkara ini karena ini bukan hal yang pertama pembatalan sepihak dilakukan oleh pokja dengan alasan yang  tidak masuk akal baik perusahaan yang kami tangani sendiri maupun perusahaan lainnya hanya saja perusahaan lain tak menggungat tapi kami yang melakukan gugatan,”ujarnya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada pemkab terkhusus pokja III untuk bekerjalah profesional jangan sampai merugikan orang lain dan menjadi heboh karena jika hal ini menjadi heboh maka akan ada atensi atensi dari instansi lainnya untuk menyoroti kinerja pemkab khususnya Pokja III.

“Berlarut larutnya masalah ini yang disebabkan oleh Pokja yang dirugikan adalah pemkab dan pokja sendiri karena ini akan menjadi sorotan dari instansi hukum bahwa ada sebuah permainan kotor yang dilakukan oknum oknum pokja ini,”tegasnya.(Joni)

Share this:

Related posts

Leave a Comment