Hidup Adalah Keberimbangan

Oleh. : Ariful Amin

Keseimbangan dalam berjalan di titian menjadi kunci penting seseorang dapat mencapai di seberang. Dalam agama islampun ada suatu keyakinan saat hari perhitungan kelak, melalui jembatan kecil sekecil rambut dibelah 7 untuk sampai di surga. Betapa sulit dan menantangnya, dan hanya amal kebaikan selama di dunia yang menyelamatkan dalam menyeberangi Sirotol Mustaqim yakni jembatan kecil tersebut.

Keseimbangan juga dibuat dalam merancang pesawat terbang, dan dalam menerbangkanya. Dalam penerbangan yang tidak seimbang akan mustahil mencapai tujuan. Saat sayap pesawat miring kekiri harus secepatnya dikembalikan ke kanan agar seimbang. Begitupun sebaliknya saat sayap lebih condong ke kanan harus secepatnya dikembalikan ke kiri.

Keseimbangan atau keberimbangan hidup mutlak diperlukan. Dalam hidup apabila tidak berimbang maka hidupnya telah menciptakan neraka. Termasuk dalam membagi porsi kegiatan antara kegiatan sosial, keluarga, karir. Kecenderungan hanya pada satu kegiatan dan meninggalkan kegiatan yang lain akan menciptakan ketidak berimbangan hidup.

Keberimbangan sesungguhnya adalah keadilan. Berbuat adil menciptakan keberimbangan, dan keberimbangan adalah menciptakan kebahagiaan yang berarti surga. Negara yang adil membuat keberimbangan bagi masyarakatnya. Perbuatan adil yang tidak membedakan baik dari segi hukum maupun ekonomi, menciptakan keseimbangan dalam masyarakat, masyarakat merasa diperlakukan adil akan tercipta kedamaian, dengan kedamaian hidup seperti di surga.

Bagaimana menciptakan keberimbangan dalam hidup, yakni dengan memberikan sesuai porsinya. Porsi beribadah sebagai hubungan dengan pencipta atau habluminallah dan porsi bekerja sebagai hablumminnanas juga perlu berimbang. Ibadah terus menerus tanpa memikirkan bekerja akan menciptakan neraka. Sebab kebutuhan hidup juga perlu dipikirkan dalam upaya beribadah supaya lebih tenang. Sebaliknya juga demikian bekerja tanpa mengenal beribadah kepada Allah Swt akan tercipta neraka dikarenakan tidak ada kontrol moral, yang akirnya meghalalkan segala cara.

Surga atau neraka telah manusia ciptakan sendiri di dunia, sebelum menuju surga atau neraka ciptaanNya. Dalam menuju surgaNya juga dapat dilihat ciptaan manusia selama di dunia. WaAllah hua’lam bisawab. (**)

**)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi databicara.com

Share this:

Related posts

Leave a Comment