Kajari Baru Diminta Bongkar Kasus Tempoyak

DATABICARA.COM, MURATARA – Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pengembangan Inkubator Teknologi Penelitian dan Inovasi Daerah atau (Pengadaan tempoyak kaleng) tahun 2018 – 2019 yang nyaris menelan anggaran 1 milyar  hingga saat ini belum ada kejelasan tanpa ada lanjutan pemeriksaan. Kamis, (23/04).

Hal itu diungkapkan Hery Triwahyudi (HT) salah seorang aktivis pemekaran Kabupaten Muratara mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa dengan pihak Kajari lama yakni Hj. Zuraida yang hingga saat ini belum juga mengungkap hasil laporan dari  kegiatan tempoyak yang diduga ada tindakan mark up dan korupsi dilakukan oleh pihak Bappeda Musirawas Utara (Muatara), Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami mempertanyakan kinerja Kajari yang baru meski PLT harus mampu membongkar dan mengusut tuntas sejumlah laporan yang sudah masuk terutama kasus tempoyak kemasan sebab di jaman Kajari lama banyak laporan yang stop tanpa ada kejelasan ,” ujarnya.

Untuk itu dirinya mendesak kepada Plt Kajari Lubuklinggau Hj.Feny untuk membongkar dan mengusut tuntas semua laporan yang ada jangan silih berganti kajari semua laporan yang masuk hanya diam ditempat terutama kasus tempoyak yang saat ini belum ada kejelasan.

“Saya berharap Plt Kajari yang baru ini harus benar benar bekerja jangan hanya diam tanpa hasil kerja terutama kasus tempoyak kaleng yang saat ini belum jelas arahnya apakah sudah masuk ke penyelidikan atau apakah karena sudah dilakukan pemanggilan habis itu sudah tidak ada cerita jadi besar harapan saya dan masyarakat agar PLT Kajari bisa membongkar sejumlah laporan yang ada,” tegasnya. (Joni).

Share this:

Related posts

Leave a Comment