Kampung Bambu Sri Pengatin Diduga Jadi Ajang Korupsi

DATABICARA.COM Musi Rawas -Ada ada saja kelakuan para petinggi di Kabupaten Musi Rawas diduga untuk mencari keuntungan Pribadi melalui sejumlah kegiatan yang menelan anggaran ratusan juta bahkan kali ini melalui kegiatan pembangunan  Kampung Bambu di Dusun Sri Pengatin Kecamatan Stl Ulu Terawas diduga jadi ajang korupsi.

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Pemuda Anti Korupsi (BAPAK), Soni mengatakan bahwa Dirinya sangat kecewa dengan program pembangunan Kampung Bambu Di Dusun Sri Pengatin Kecamatan Stl Ulu Terawas pasalnya pembangunan tempat wisata tersebut  diduga kuat jadi tempat Korupsi para pemilik kuasa.

” Saya bersama tim akan mengumpulkan sejumlah data dan fakta untuk melaporkan kegiatan pembangunan Kampung Bambu ini sebab kampung bambu ini diduga kuat jadi ajak korupsi terlihat dari Dana yang digunakan mencapai Rp 288 juta yang dibangun tidak sesuai bahkan bahan yang digunakan juga tidak sesuai dengan yang direncanakan,”jelasnya.

Bukan hanya itu saja pria yang berprofesia sebagai penggiat anti korupsi se indonesia  ini juga mengatakan bahwa pembangunan Kampung Bambu ini tidak tepat sasaran dan dianggap hanya buang buang anggaran saja terlihat dari lokasi yang jauh dijangkau oleh peminat wisata di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau dan sekitaranya.

” Saya pikir tidak tepat sasaran karena kampung Sri pengatin ini jauh dan trsanportasi untuk menuju ke daerah tersebut sulit bahkan jika menggunakan transportasi umumpun bisa menghabiskan anggaran pribadi yang sangat besar dan jadi otomatis tempat wisata yang menghabiskan anggaran ratusan juta ini akan mubazir saja,” tegasnya.

Untuk itu dengan adanya temuan temui ini dirinya bersama tim akan mengumpulkan sejumlah data dan fakta dilapangan untuk disampaikan kepada penegak hukum dalam hal ini kejaksaan Lubuklinggau ,kejati kejagung dan KPK serta kepolisian untuk menindak lanjuti temuan temuan pihaknya terkait pembangunan Kampung Bambu di Dusun Sri Pengantin Kecamatan Stl Ulu Terawas Yang diduga kuat jadi ajang korupsi.

“Kami yakin dari fakta dilapangan saat ini terlihat jelas ada dugaan-Dugaan tindak pidana korupsi terlihat dari Bambu yang digunakan saja sudah tidak sesuai dimana semestinya bambu tersebut adalah jenis bambu yang luar biasa tapi malah menggunakan bambu yang biasa saja dan tidak sesuai dengan rencana,”tutupnya.

Sementara itu terpisah camat Stl Ulu Terawas Saparudi saat dihubungi wartawan Databicara.com secara berulang kali melalui via telpon tidak ada jawaban dan di smspun juga tidak ada jawaban.(Joni)

Share this:

Related posts

Leave a Comment