Kodim 0406 Dan Warga Lubuklinggau Gelar Shalat Istisqa

DATABICARA.COM. Lubuklinggau – Sejak pukul 07:15 Wib, tampak ratusan warga dari berbagai elemen mendatangi lapangan Exs Kompi Kodim 0406/Mura, tepatnya diwilayah Rt,02 Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan. Guna menggelar Shalat Istisqa untuk memintah diturunkan hujan. Minggu, (25/08).

Pada shalat Istisqa tersebut terlihat Dandim 0406/Mura yang diwakili oleh Kapten Inf.  Agus Cahyono, Kaminved Lubuklinggau Mayor Inf. M.Adninsyah serta Ustadz H.Rojali, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh adat se Kelurahan Air Kuti dan Kelurahan Majapahit, selain itu tampak juga Perwakilan dari organisasi HMI, GMNI, Kammi, dan FKPPI berkisar 30 orang, serta pihka Dinas Damkar Kota Lubuklinggau dan Bapak – bapak, Ibu-ibu yang berada di Asrama Eks Kompi dan para Jama’ah diperkirakan sebanyam 400 orang.

Dalam Khutbahnya H.Rojali menyampaikan diantaranya  Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Umar, Rasulullah s.a.w bersabda,

“يَا مَعْشَرَ المُهَاجِرِيْنَ خَمْسٌ إِذَا ابْتَلَيْ

 بِهِنَّ وَأَعُوْذُبِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوْهُنَّ ……وَلَمْ يَمْنَعُوْا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلا مُنِعُوْا القَطْرَ مِنَ

السَّمَآءِ وَلَوْ لا البَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوْا…”

Wahai kaum Muhajirin, Ada 5 perkara di mana jika telah menimpa kalian maka tiada lagi kebaikan bagi kalian. Dan aku berlindung dengan Allah S.W.T agar kalian tidak menemui zaman itu.

Antaranya, Dan tidak menahan mereka akan zakat mal melainkan ditahan juga untuk mereka air hujan dari langit. Jika tiada binatang yang hidup di muka bumi ini niscaya tidak diturunkan hujan (HR. Ibnu Majjah no. 4009 dinyatakan hasan oleh syaikh Albani dalam silsilah ash-shahihah).

Dijelaskannya lagi Keluhan telah banyak terdengar, “tentang kondisi musim kemarau yang panjang, musim hujan yang belum juga datang, sehingga mengakibatkan pada kekeringan dan kerusakan yang merata di segenap wilayah bangsa. Bencana kabut asap, kebakaran hutan, gagal panen, air tanah yang telah habis, air gunung, dan sungai yang semakin berkurang, sehingga mengurangi pasokan energi listrik, telah menjadi kondisi yang dirasakan oleh mayoritas rakyat di segenap Negeri kita ini”. Do’anya.

Diharapkannya, Kondisi ini semoga dapat menyadarkan segenap anak bangsa, rakyat biasa atau Pemerintah, kaum pinggiran atau kalangan pejabat, umat yang terlupa atau kaum pesohor, bahwa bumi ini adalah milik Allah, tiada kuasa bagi manusia untuk menghindar dari nikmat yang diangkat oleh-Nya. Maka upaya tobat adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan nikmat tersebut. Bertobat dengan segenap kesadaran dan keikhlasan, kembali kepada aturan dan syariat Allah, meninggalkan perilaku yang dimurkai oleh Allah. Bertobat kepada Allah, menjadi penghapus atas segala kesalahan, dan juga pembuka pintu rahmat Allah, Allah berfirman,

وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

Wahai kaumku mohon ampunlah kepada Tuhanmu, lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, maka janganlah kamu berpaling dengan perbuatan dosa”. (QS. Hud: 52).

Serta dilanjutkan dengan Istighfar dan bertobat, sikap kaum mukmin terhadap kondisi yang tidak menyenangkan bagi dirinya atau bagi orang lain.

“Laa Ilaha Illallah, Nastaghfiruka Wanatubu Ilayka Fa’arsil al-Samaa’a ‘Alaina Midraaran”. tutupnya. (Red).

Share this:

Related posts

Leave a Comment