Menunggu Keberanian Pemkab Mura, dari SPAM menjadi PDAM

MUSI RAWAS, DataBicara.com- Demi mengoptimalkan pelayanan terhadap pelanggan terhadap penyuplaian air bersih, baik untuk minum dan mandi. Kenyataan yang ada sekarang BLUD SPAM Mura baru bisa melayani 8.000 pelanggan yang tersebar 14 kecamatan dan 71 desa.

Kondisi sekarang BLUD SPAM pun, masih berbentuk UPTD dibawah Dinas PUCKTRP. Tentunya, masih ada keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan biaya operasional yang masih tergantung dengan APBD Musi Rawas.

Kepala SPAM Mura, Agus Hilman saat dibincangi awak media DataBicara.com di ruang kerjanya, Senin (26/8) lalu menjelaskan, seharusnya Pemkab Mura telah memiliki PDAM sendiri, seperti kota dan kabupaten lainnya.

“Seharusnya Pemkab Mura yang wilayahnya cukup besar ini, memiliki Perusahaan Daerah Air Minum sendiri, dan bukan bagian UPTD Dinas PU CKTRP lagi,” terang Agus.

Pengusulan pembentukan PDAM telah dilakukan, BLUD SPAM telah beberapa kali melayangkan surat kepada Pemkab Mura, supaya dapat meningkatkan status SPAM Mura lebih ditingkatkan menjadi PDAM.

“Dengan peningkatan status tersebut bisa mengoptimalkan pelayanan terhadap pelanggan, sehingga dapat menjadi perusahan daerah yang dapat meningkatkan PAD Kabupaten Musi Rawas. Dengan meningkatnya status dari BLUD SPAM, memang untuk mengarah ke sana butuh proses, pengkajian dari Pemkab Mura melalui Asisten Ekonomi dan Keuangan, termasuk Bagian Hukum dan Ekonomi,” tambahnya.

Peningkatan tersebut sangat diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli daerah melalui tagihan pelanggan, asal bisa memberikan pelayanan yang sangat optimal dan melancarkan kebutuhan air bersih ke pelanggan.

“Sekarang kondisi BLUD SPAM Mura sangat prihatin sekali. Untuk biaya operasional, mengalami kesulitan.
Kalau memang sudah menjadi PDAM, tentunya tidak sesulit seperti kondisi sekarang. Sekarang baru bisa melayani pelanggan se-Musi Rawas sekitar 50% kebutuhan air bersih, sementara biaya operasional hanya mengandal tagihan masyarakat.

“Kami sekarang menunggu keberanian Pemkab Mura untuk meningkatkan status BLUD SPAM menjadi PDAM. Memang, untuk mendirikan PDAM, Pemkab Mura harus memberikan penyertaan modal yang cukup besar. Perlu diketahui, untuk saat ini BLUD SPAM Mura hanya memiliki daya memproduksi air bersih 5 liter/detik, untuk disalurkan pada 8.700 pelanggan. Jadi, produksi air bersih hanya sekitar 50%. Sementara, kebutuhan air bersih untuk satu pelanggan atau rumah tangga sehari sekitar 300 liter/hari. Kalau sudah berbentuk PDAM, tentunya akan dapat meningkatkan produksi air bersih, juga dapat memanfaatkan air tanah (sumur bor), Sungai Lakitan, Musi, Kelingi, Kerut dan Danau Aur. Dari semua sumber air bersih dapat memproduksi air bersih 305 liter/detik. Dan otomatis pelanggan tidak akan kekurangan air bersih,” tutupnya. (Yaser Fahmi)

Share this:

Related posts

Leave a Comment