Oknum LLAJ Kota Lubuklinggau Diduga Lakukan Pungli

DATABICARA.COM, Lubuklinggau- Pemerintah pusat dan daerah tengah gencar melakukan aksi untuk membasmi pungutan liar (Pungli) di berbagai instansi pemerintah. Bahkan, pihak kepolisian pun telah membentuk Tim Saber Pungli, guna merealisasikan bebas pungli.

Namun, itu tidak berlaku bagi oknum LLAJ Kota Lubuklinggau, khususnya oknum Penjaga TPR Terminal Atas. Sebab, dengan gaya bak Polisi Lalu Lintas, oknum LLAJ disana diduga kerap menarik TPR langsung memeriksa kelengkapan surat kendaraan dalam hal ini kendaraan roda empat. Jika terdapat kesalahan sopir atau kekurangan pada surat-menyurat kendaraan, maka diduga kerap dijadikan ajang Pungli.

Contohnya yang dialami sopir mobil colt
diesel dengan plat BA 9865 PB yang dikendarai oleh Alpison, Jumat (4/1) lalu. Truk tersebut berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) dengan tujuan ke Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Tak tanggung-tanggung, oknum Petugas LLAJ yang bertugas bahkan diduga nekat mengejar kendaraan itu sampai ke
Kelurahan Lubuk Tanjung. Bahkan, karena sang sopir yang tidak mengerti tentang UU Angkutan Jalan Raya dan merasa takut dengan gertakan oknum LLAJ tersebut, dijadikan makanan empuk sang oknum LLAJ yang bertugas untuk meminta ‘Uang Damai’.

“Mobil ini kurang lengkap dan izin usaha sudah mati. Apabila ditilang akan kena denda Rp. 750 ribu. Mau saya tilang atau kita selesai disini,” ungkap sang sopir menirukan penyampaian petugas saat itu.

Sementara, saat wartawan DataBicara.com mencoba mengkonfirmasi korban dugaan pungli itu, ternyata kelengkapan surat-menyurat mobil tersebut semuanya ada dan semua kelengkapan surat-menyurat mobil, baik izin usaha, KIR, STNK serta SIM sopir masih berlaku.

“Saya sempat ingin memberitahukan pada saudara yang berada di Kota Lubuklinggau untuk membantu menyelesaikan urusan ini, tapi oknum LLAJ tadi sangat menantang dan arogan. Dia bilang jangankan paman kamu yang kesini, dengan Jokowi saja saya tak takut,” cerita sopir tersebut.

Akhirnya, sang sopir tersebut merasa pasrah saja, sambil menyerahkan uang sebesar Rp. 250 ribu kepada oknum LLAJ itu.

“Kalau mau ditilang saya tilang atau selesai disini dengan bayar Rp. 250 ribu. Begitu dia memaksa saya. Postur oknum itu gempal dan dipanggil Black oleh rekannya,” ujar sopir.

Salah seorang sopir lain, yakni Rifki, meminta agar Dinas Perhubungan dan Polres Lubuklinggau membasmi atau menangkap para pelaku pungli yang dilakukan oleh oknum LLAJ Kota
Lubuklinggau.

“Kami sebagai sopir kalangan merasa gerah dengan pungli yang dilakukan oknum LLAJ Kota Lubuklinggau. Kami
mengharap Tim Saber Pungli Polres Lubuklinggau melakukan penangkapan oknum tersebut. Ini sudah sangat
meresahkan para sopir yang melintas,” pungkasnya. (Yaser Fahmi)

  • 445
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment