Ormas di Kaltim Nyatakan Sikap Penolakan Kaper ORI Baru

Bontang, Kalimantan Timur- Setelah mengamati dan mengawal jalannya seleksi Penerimaan Kepala Perwakilan (Kaper) Kaltim sejak tanggal dibukanya pendaftaran sampai pengumuman hasil seleksi, maka sejumlah ormas menemukan dugaan konspirasi dan maladministrasi, sehingga mereka sebagai perwakilan masyarakat Kaltim yang tergabung dalam koalisi ormas kedaerahan Se-Kaltim dibawah komando Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) dengan ini melayangkan Surat Penolakan hasil seleksi kepada Bapak Presiden.

Dengan point penolakan diantaranya,
1. Segala bentuk konspirasi dan maladminstrasi dalam seleksi Kepala Perwakilan Kaltim tahun 2018 ini.
2. Asisten Ombudsman maupun pihak lain yang terlibat dalam aksi kudeta dengan melayangkan petisi terhadap Kepala Perwakilan Kaltim yang terdahulu tanpa diproses oleh pihak Ombudsman RI dengan keadilan dan keterbukaan.
3. Politik kepentingan yang menghambat kinerja Ombudsman ke depan
4. Terjadi konflik internal yang nantinya terjadi lagi akibat ulah oknum yang dapat merugikan kepentingan masyarakat.
5. Menolak Kaper terpilih yang bukan putra-putri Kaltim apalagi berdomisili luar Kaltim yang tidak mengenal daerah tempatnya yang akan dipimpinnya.
6. Penerimaan Kaper yang tidak memperhatikan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah bahwa pemberdayaan SDM untuk daerah patut jadi pertimbangan dalam rekruitmen.

Itu semua, diakui Perwakilan dari Forum Masyarakat Kaltim Peduli Ombudsman, Wahyuddin bahwa dilakukan dengan dasar bahwa Ombudsman RI merupakan Lembaga Negara pengawas eksternal harapan masyarakat Indonesia.

“Gerakan ini kami buatkan tema ‘Kami Bertekad Bersama Kubela, Ku Jaga dan Ku Perjuangkan Marwah Ombudsman RI’. Sebab kami ingin mengajak memperkuat Ombudsman RI dengan melawan segala bentuk maladministrasi di internal tubuh lembaga negara ini. Dukungan ini oleh semua lapisan masyarakat dan Ormas Kedaerahan Se-Kaltim dan dibawah Komando Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB). Ketuanya sendiri, Wahdiat Algahazali dan DPW Pusaka (Persekutuan Asli Kalimantan) yang diketuai Ir. Rachmadansyah di Samarinda,” jelasnya.

Diperkirakan, ada sekitar 50 ormas yang saat ini bergabung dan akan terus mengalir dukungan dari berbagai daerah.

“Itu baru ormas dari Samarinda, Balikpapan dan Bontang. Upaya lain pula, jika dalam hal ini tidak ada perhatian maka masyarakat Kaltim akan melakukan upaya lain sampai permintaan kami diterima,” tegasnya. (Anugrah)

Share this:

Related posts

Leave a Comment