Pemuda Pemudi Karang Dapo Bagi – Bagi Masker Dan Takjil

DATABICARA.COM, Muratara – Peran anak muda sangatlah dibutuhkan ditengah pandemi corona virus (Covid-19), Seperti yang dilakukan oleh Pemuda Pemudi se-Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan. Santuni masyarakat dengan berbagi Masker dan 1000 takjil. Kamis, (21/05).

Berhasil dihimpun, Ketua Ikatan Pemuda Pemudi se-Kecamatan Karang Dapo (IPPKKD), Nopri Ariadi didampingi Wakil Ketua, Bobi Sandira, Yang berkesempatan langsung bertemu dengan masyarakat di Kecamatan Karang Dapo, dalam rangka Pemuda Pemudi Peduli dengan Misi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak Wabah Covid-19 saat ini.

Menurutnya, Selain kondisi pandemi Covid-19 saat ini juga bulan suci ramadhan 1441 Hijriah, Artinya bulan yang indah untuk berbuat kebaikan salah satunya ialah berbagi, diharapkan Wabah corona virus (Covid-19) tersebut segera hilang dari muka bumi ini.

“Gerakan pemuda pemudi membagikan masker dan 1000 takjil kepada masyarakat se-Kecamatan Karang Dapo, sedangkan lokasi pendistribusiannya dimulai dari Desa Kertasari hingga ke Desa Aringin”. ujarnya.

“Semoga apa yang diberikan dapat membantu dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 yang sudah berapa bulan melanda di Negara Kesatuan Reppublik Indonesia”. tambahnya.

Sementara, Andri Nopriadi, Ketua Koordinator pendanaan dalam gerakan tersebut menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati selalu menggunakan masker dan tetap ikuti anjuran Pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 Agar kita bisa menjaga kesehatan bersama.

Pihaknya berharap, Kepada Pemerintah Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Agar sigap dan selalu memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkanya terutama Sembako, sebab menurutnya, Situasi politik di Muratara saat ini semakin panas bahkan tidak sedikit dari setiap kegiatan yang dilakukan di Muratara selalu diduga dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mengingat dampak corona virus hampir seluruh perekonomian masyarakat anjlok bahkan hilang mata pencarian, Sedangkan mereka butuh menghidupkan keluarganya, Saya menduga bahwa sumber dana kegiatan itu selain dari iuran disetiap anggota, dana itu juga diperoleh dari donatur yang tidak mengikat”. tegas Andri Nopriadi . (Ebied s).

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment