Pokja III Akui Salah Dalam Pembatalan Lelang Proyek 11,4 Milyar

DATABICARA.COM, Muratara_ Setelah adanya desakan dari sejumlah masyarakat terkait kisruh  adanya  pembatalan lelang proyek jalan simpang biaro dan rawas ilir dengan nilai proyek sebesar Rp 11 ,4 Milyar 

Kelompok Kerja (Pokja) III angkat bicara dan mengakui bahwa pihaknya salah dalam melakukan pembatalan pemenang proyek

Hal itu diungkapkan Ketua Pokja III Imam melalui tiga orang anggotanya yakni Yogi firmsyah, Yopi dan Hans bahwa pembatalan lelang yang dilakukan oleh pihaknya tentang kegiatan proyek jalan Simpang Biaro dan rawas ilir adalah salah hal itu di sebabkan adanya kerangka acuan kerja (KAK) dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang salah sebelum adanya sanggahan dari PT lain yakni PT Cemerlang.

“Kami akui salah dalam melakukan pembatalan proyek ini dan PPK kurang jelih dalam memeriksa berkas KAK sehingga setelah ada sanggahan barulah sadar bahwa ada KAK yang harus diubah sehingga dari pada kami salah lebih jauh lebih baik kami batalkan saja dan lakukan lelang ulang,” Ungkap Yopi ,Yogi dan Hans saat ditemui diruang kerja ULP Muratara.

Ketiga Anggota Pokja III ini juga mengakui bahwa harus dilakukannya pembatalan karena adanya sanggahan dari salah satu PT. Yang ikut lelang melakukan sanggahan dan memberi tahu   bahwa lelang yang semestinya ada pemenang itu salah karena berdasarkan peraturan mentri PU PR terbaru bahwa perusahaan yang ikut lelang di atas kelas menengah harus memiliki syarat  kualifikasi Kemampuan nyata (SKN)bumenenga dan lelang yang nilai nya Rp 11,4 kelas menengah

“Sebenarnya kemarin itu hampir finis untungnya satu dari dua perusahaan yang ikut lelang itu saat masa sanggahan memberikan sangahan pada kami bahwa jika lelang ini tidak dibatalkan maka akan bermasalah lantaran kami belum mengetahui peraturan PUPR terbaru bahwa peserta lelang yang kelas menengah harus memiliki SKN bukan SKP lagi,”pungkasnya.

Yang jelas pihaknya berjanji akan meneliti kembali baik peraturan maupun berkas peserta lelang jangan sampai lelang kedua ini gagal lagi atau lelang ulang lagi maka anggaran 11,4 Milyar ini akan disilpakan.

“Kami janji tidak akan melakukan kesalahan lagi dan kami janji akan sesegera mungkin melakukan lelang ulang dan menentukan pemenangnya agar uang senilai Rp 11 Milyar tidak silpa dan Jalan Simpang Biaro segera diperbaiki,”tegas ketiga orang Pokja tersebut.(Joni)

Share this:

Related posts

Leave a Comment