Puluhan RT Di Linggau Bakal Terima Gerobak Seken Dan Nyaris Rusak

#Hendro : Dilinggau Tidak Ada Jual Pelak Baru

DATABICARA.COM, Lubuklinggau – Ada ada saja yang dilakukan oleh sejumlah oknum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau diduga untuk mencari keuntungan dalam mengelola anggaran dalam pembuatan gerobak sampah atau gerobak bekasam yang bakal dibagikan ke Ketua Rukun Tetangga (RT) sebanyak 20 gerobak  dalam keadaan seken atau nyaris rusak.

Pantauan wartawan Databicara.com di lapangan bahwa gerobak yang berjudul gerobak bekasam ini dibuat dan di rakit sendiri oleh petugas DLH sebanyak dua orang dengan peralatan seadanya para petugas ini memasang ban bermerk prima ke pelak atau roda seken yang sudah nyaris pecah dan rusak.

Selain itu gerobak yang bakal dibagikan ke 20  Rt  sebagai contoh nampak nyaris bolong dan pengecetannyapun asal asalan seola olah hanya digunakan sementara saja gerobak tersebut padahal gerobak tersebut dibuat dengan menggunakan anggaran daerah yang lumayan fantastis.

Bahkan yang lebih parahnya lagi kegiatan yang menggunakan anggaran daerah Kota Lubuklinggau ini diduga  tidak transparan karena  tidak diumumkan di RUP juga tidak  di LPSE .

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subandio Amin melalui Kepala Bidang Bagian Sampah, Rully Wijaya, didampingi Pejabat Pembuatan Teknis Kegiatan (PPTK) gerobak sampah, Hendro Purnomo, saat ditemui di ruangannya menjelaskan bahwa benar ada pengadaan gerobak sampah dari DLH yang bakal dibagikan ke ketua RT untuk program terbaru kita yakni Kelompak Bekasam Ce Tenar namanya dan baru 20 orang Rt yang bakal dibagikan.

“Betul ada 20 gerobak yang bakal dibagikan separuh sudah dibagikan kurang lebih delapan sudah dibagikan sisa  belum dibagikan dan insyallah dalam waktu dekat akan segera dibagikan ke ketua Rt,” ujar  Hendro Purnomo (PPTK).

Hendro juga mengatakan saat disingung terkait mengapa menggunakan roda seken atau pelak seken sebab di Lubuklinggau tepatnyo toko sepeda tidak ada yang jual pelak baru untuk gerobak sampah ini itupun susah mau dapatkan yang seken pemilik toko sepeda yang pihaknya pesan.

“Boleh tanyo dak kate yang jual baru pelak atau roda baru untuk gerobak ini bae untung ado kareno lah susah toko sepeda tu nyari pelak buat gerobak ini dan yang mudah itu yang seken entah mereka dapat dari mano idak tau,” tegansya.

Hal serupa diungkapkan Rully Wijaya Kepala Bidang Persampahan menjelaskan bahwa benar ada pengadaan gerobak sampah sebanyak 20 unit  dengan nilai kalau tidak salah tiga juta (Rp 3.000.000) untuk satu gerobaknya dan pembuatan gerobak ini hanya untuk menarik simpatik para CSR di Kota Lubuklinggau agar mereka bisa membantu mengadakan gerobak sampah juga.

“Gerobak sampah ini dibuat untuk menarik simpatik CSR saja biar ada bantuan dari CSR seperti BRI, Pertamina dan sponsor lainnya  nah soal pelak atau roda itu seken kan gerobak itu tidak terlalu banyak digunakan hanya untuk ngambil sampah keliling satu RT saja setelah dikumpul nanti ada mobil yang ngambil sampah  jadi pasti takkan rusak dan tahan lama,”tutupnya.(Joni).

Share this:

Related posts

Leave a Comment