SDN 48 Lubuklinggau terkesan Kangkangi Undang-undang

DATABICARA.COM, Lubuklinggau – Sekolah Dasar Negeri 48 Kota Lubuklinggau. Provinsi Sumatera Selatan. Diduga dengan sengaja melakukan Praktik jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berkerjasama dengan pihak penerbit atau pihak ketiga yang merupakan Pungutan Liar (Pungli). Kamis, (05/09).

Pasalnya, Jual buku LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Pasal 12 ayat 1 ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku Pelajaran, Bahan Ajar, Perlengkapan Bahan Ajar, Pakaian Seragam atau bahan Pakaian Seragam di Sekolah.

Informasi dihimpun awak media, Penjualan buku LKS tersebut dilakukan dilingkungan Sekolah, diantaranya buku Pendifikan Agama, Tematik, Matematika, Penjaskes serta yang lainnya, sementara harga buku LKS tersebut bervariasi dari Rp. 20.000.- hingga Rp.30.000.-,

Berhasil diwawancarai Kepala SDN 48 Lubuklinggau, Asrin didampingi beberapa Guru membenarkan bahwa penjelasan awak media benar adanya, salah satu Guru berdalih bahwa buku tersebut dijual melalui bidang Koperasi Sekolah.

“Sekolah kami memang menjual buku, tapi koperasi yang menyediakan buku, dan kami selaku guru hanya perantara untuk menyampaikan kepada siswa tanpa ada pemaksaan kepada siswa”, Diakuinya.

Untuk diketahui, Berdasarkan Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Larangan memperjual belikan buku di lingkungan sekolah dan Peraturan Presiden No.17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, H.Tamri, saat hendak diwawancarai terkait pihak Sekolah terkesan melanggar Peraturan Pemerintah, dirinya belum dapat dijumpai, hingga berita ditayangkan. (Zaini).

Share this:

Related posts

Leave a Comment