SMP Negeri 06 Lubuklinggau Diduga Lakukan Pungli

Databicara.com, Lubuklinggau -SMP Negeri 06 Kota Lubukulinggau Provinsi Sumatera Selatan. Diduga lakukan pungutan liar (Pungli) berdalih untuk biaya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Berhasil dihimpun, salah satu wali murid berinisial, JO, mengeluh atas adanya Pungutan itu, dirinya berharap kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Dinas Pendidikan agar segera menindak lanjuti terhadap SMPN tersebut.

Diakui JO, menurut keterangan beberapa guru di SMP Negeri tersebut bahwa hasil pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembelian kipas angin, Perbaikan Komputer serta membeli Terali jendela dan pintu.

Menurutnya, Pungutan di sekolah harus mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, dari penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain untuk menutupi kekurangan biaya satuan pendidikan, membiayai program atau kegiatan terkait peningkatan mutu sekolah yang tidak dianggarkan.
Serta, mengembangkan sarana prasarana, membiayai kegiatan operasional Komite Sekolah secara wajar dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, yang diberikan oleh Peserta didik, Orangtua atau wali, Perseorangan atau lembaga lainnya kepada satuan pendidikan yang bersifat Sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat, dan tidak ditentukan oleh satuan pendidikan baik jumlah maupun jangka waktu.
Sementara, dalam Permendikbud No 80 Tahun 2020 tentang Petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, bahwa komponen penggunaan dana BOS bagi SMP diantaranya dari Pengembangan perpustakaan, Kegiatan penerimaan siswa baru, Kegiatan evaluasi pembelajaran, Kegiatan pembelajaran dan exstra kurikuler, Pengelolaan sekolah, Pembelian atau perawatan alat multimedia pembelajaran, Pembayaran honor, Perawatan sekolah, Langanan daya dan listrik dan Pengembangan profesi guru.

“Dibebankan Rp.250.000.- persiswa, katanya untuk biaya UNBK, ternyata untuk lain, sementara dalam Permendikbud sudah jelas aturannya baik tentang Komite maupun Penggunaan dana BOs”. Urainya.

Dirinya berharap pada  Pemerintah Kota Lubuklinggau atau Dinas Pendidikan dengan segera menindaklanjuti secara tegas terhadap SMP Negeri 06 Lubuklinggau yang terkesan tabrak aturan.

“Agar Pemkot dan Disdik bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku” harapnya.

Sementara Kepala SMP Negeri 06 Kota Lubuklinggau, Nila Elmiyati, Saat dihubungi melalui hendpone pribadinya, Mengakui bahwa benar terlaksananya program tersebut berdasarkan keputusan bersama dan melalui rapat Komite sekolah.

Dibandingkannya, Kegiatan yang dilakukan pihaknya tidak sebanding dengan SMP Negeri di Kota Lubuklinggau, Artinya, yang dilakukan oleh pihaknya hanyalah sebagian kecil.

“Benar untuk UNBK, tapi bukan aku sendiri yang mengerjakan sekolah itu, itu keputusan bersama dipimpin ketua komite, Kan tidak pelanggaran juga, kalau di Smp Lain iya, lihat dibendahara ada yang setor rp.5000. dan rp.10.000.-“. ungkapnya gugup. (Ebied s).

Share this:

Related posts

Leave a Comment