Soal PDAM, Herman Sawiran : Jika Pemkot Tak Mampu Serahkan Kepihak Swasta

DATABICARA.COM, Lubuklinggau – Pelayanan Perusahaan Air Minum Daerah ( PDAM) Tirta Bukit Sulap diwilayah Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, Dikeluhkan warga.

Informasi dihimpun, warga Kelurahan Tapak Lebar, Ida (36) mengatakan, jika direspon secara penuh PDAM di Kota Lubuklinggau ini pasti tidak berkendala.

“Sepertinya persoalan PDAM tidak menjadi prioritas Pemkot, ngundang artis, bangun membangun yang sifatnya terkesan mubazir dari pada ngurus PDAM,” cetusnya, Senin 03/12.

Ditambah Ida, dirinya berharap pada Pemerintah Kota Lubuklinggau agar bertindak tegas yakni menggantikan mesin yang lama dengan yang baru, agar selalu mengalir dan bersih.

“Perna terbaca dalam berita bahwa Pak Nanan datangi kantor PDAM, bahkan pokok persoalannya telah diketahui pihak Pemkot, yakni mesin pompa tak mampu mengaliri keruma-rumah warga, entah sudah diganti apa belum, jika sudah kenapa air Pdam hanya hidup dimalam hari saja, itu 2 kali dalam seminggu butek (kotor-red) lagi” urai ida.

Menyikapi hal ini, Koordinator Gerakan Sumpah Undang-Undang (GSUU), Herman Sawiran mengatakan, Persoalan PDAM ini sudah bertahun-tahun namun tak kunjung selesai, “Jika Pemkot tak mampu, serahkan kepihak swasta untuk mengelola, Coba lihat, berapa banyak pengusaha perhotelan yang menyedot air bawah tanah? Kan rugi tak dapat PAD karena PDAM nya masuk angin,” jelasnya pada media.

Selanjutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau harus melakukan Kunjungan Kerja ke daerah lain yang dinilai mampu mengatasi persoalan air PDAM, “Coba study banding ke daerah lain seperti Jakarta, bagaimana mereka bisa menyulap air keruh jadi bening,” jelasnya.

Lebih lanjut, Untuk kedepan dirinya berharap pada masyarakat Kota Lubuklinggau selain cerdas pililah Caleg yang amanah, “Saat ini Dewannya bengong, Walikotanya sama saja,” pinta Herman. (Ebied s).

Share this:

Related posts

Leave a Comment