Terkesan Tak Bermodal, Anggota Dan ketua DPR Reses Gunakan ruang Kelas 

DATABICARA.COM, Muratara –  Sangat disayangkan ruang kelas Sekolah Dasar di salah satu Kabupaten Musi Rawas Utara tepatnya di Desa Sungai Bilang yang semestinya digunakan untuk belajar mengajar namun digunakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk melakukan kegiatan Reses. Kamis (13/2).

Entah apa yang ada dalam benak para anggota DPRD terkhusus sekretaris Dewan selaku pelaku penyusunan program kegiatan reses yang seyogyanya dilakukan di halaman terbuka dan diperuntukan untuk masyarakat menyampaikan aspirasi namun dilakukan secara dadakan serta menggunakan ruang kelas belajar (RKB) sekolah dasar untuk kegiatan reses.

Pantauan wartawan Databicara.com kegiatan reses tersebut menelan anggaran puluhan juta yang semestinya diikuti ratusan peserta terdiri dari tokoh masyarakat, baik tingkat kadus kades dan camat namun hanya diikuti kurang lebih tiga puluh orang saja .

Bahkan lebih parahnya lagi dalam kegiatan yang dadakan tersebut para peserta yang datang hanya diberikan snack saja padahal dalam setiap kegiatan reses telah dianggarkan jauh sebelumnya sangat besar baik itu untuk sewa tenda, panggung, serta makan minum yang mencapai puluhan juta namun malah menggunakan ruang kelas saja yang diduga akan ada permainan dalam laporan kegiatan reses dadakan tersebut.

Sementara itu terpisah Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat (sekwan) Kabupaten Muratara H

Saidi melalui PPTK Kegiatan Reses, Sindu saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada dua anggota DPRD salah satunya yakni Ketua DPRD Efriansya  melakukan reses dengan menggunakan ruang kelas Sekolah Dasar diruang kelas desa sungai bilang .

“Memang benar ada anggota DPRD kita yakni Efriansya, Idil mereka reses menggunakan ruang kelas SD soal alasan kenapa mereka menggunakan ruang kelas saya tidak tau sebab waktu acara berlangsung hanya staf saya saja yang hadir,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan merealisasikan anggaran untuk reses kedua anggota DPRD ini karena sudah menggunakan ruang kelas untuk kegiatan politik praktis yakni menampung aspirasi masyarakat dengan menggunakan ruang kelas belajar.

“Aturan larangan menggunakan kelas itu tidak ada, tapi karena mereka mengggunakan ruang kelas maka kami tidak akan mengeluarkan anggaran untuk biaya sewa gedung, sewa tenda, pangung dan makan untuk ketiga anggota DPRD,” tegasnya. (Joni ).

  • 91
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment