Utusan Bupati Muratara Dilarang Masuk Ruangan Mediasi

DATABICARA.COM, Muratara – Sidang ketiga lanjutan sengketa pembatalan proyek secara sepihak yang dilakukan oleh pihak Pokja tiga Kabupaten Muratara dengan Pt.Ahba Mulia dengan nilai proyek  Rp 11,4 Milyar terus berlanjut bahkan dalam sidang ketiga yang seharusnya dihadiri oleh Bupati Muratara namun hanya diwakili oleh Kepala PU  CK TR tapi sayang kehadiran kepala PU tak dapat diterima oleh pengadilan lantaran tak membawa surat kuasa dari Bupati. Kamis (04/07).

Hal itu diungkapkan langsung oleh erdius Lantang saat berada di pengadilan Negeri Lubuklinggau mengatakan bahwa sidang ketiga kali ini yang agenda adalah mediasi kembali dirinya yang diperintahkan oleh bupati Muratara tak bisa masuk ruangan mediasi lantaran dirinya tak membawa surat kuasa langsung oleh bupati .

“Saya diminta sama bupati melalui via telpon agar mendampingi Pokja III dalam perkara mediasi sengketa pokja III denga PT. Ahba sekaligus mewakili Bupati, namun saat berada di pengadilan dan ingin masuk keruangan mediasi saya tak diperbolehkan masuk lantaran tak membawa surat kuasa dari Bupati,”tegasnya.

Pria yang menggunakan baju putih tersebut juga mengatakan meskipun dirinya tidak bisa masuk keruangan mediasipun masih tetap berlanjut lantaran sudah ada perwakilan lain yakni JPN dan pokja itu sendiri.

“Mediasi tetap berlanjut hanya saja saya belum mengetahui hasilnya karena masih menunggu ketemu Jpn dulu yang ikut mediasi secara langsung dan hasilnya nanti akan langsung disampaikan dengan bupati,”

Sementara itu terpisah JPN, Kasi Datun, A Halim mengatakan Sidang ditunda karena Bupati Muratara Syarif Hidayat tidak datang dan hanya mengutus Erdius Lantang.

“Mediasi tersebut bukan “gagal” tapi tertunda dikarenakan yang diwakil kan oleh bupati itu Sekda Muratara namun sekda mewakilinya kembali ke Kepala Dinas Pu yakni Lantang “tutupnya. (Joni).

Share this:

Related posts

Leave a Comment