Warga Berharap Program Bupati Muratara Berlanjut Kejenjang Kuliah

DATABICARA.COM, Muratara – Tak Kurang dari 360 Santri yang mondok di Pesantren yang ada di Pulau Jawa, dan Sumatera Barat saat ini, Mulai menunjukan kemampuan mereka dalam menghapal Al Qur’an, Sejak dikirim tiga tahun yang lalu, sedikitnya mereka menguasai empat hingga 17 Jus hapalan bacaan ayat suci Al Qur’an, hal ini diungkapkan para wali santri yang hadir saat acara Pelantikan Pengurus Ikatan keluarga Besar Al Amien Sumsel, yang dilaksanakan di Komplek Pendopoan Bupati Musirawas Utara (Muratara)(18/03/20).

Warga Desa Pulau Kidak, Ana, mengungkapkan jika anaknya ‘Erwin’ yang saat ini mondok di Pesantren Jombang Darussalam, Jawa Timur, sudah menguasai 17 Jus hapalan Al Qur’an,”Sudah tiga tahun Erwin mondok dan saat ini sudah duduk di kelas 3 setingkat SMA,” Ujar Ana.

Keinginan Erwin mondok di pesantren di Pulau Jawa tersebut, setelah mendapat tawaran dari pihak sekolah, “waktu itu Erwin masih SMP,” akui ibu nya, bahkan dirinya pun merasa berat melepasnya untuk mondok, mengingat jarak tempu jauh.

Namun demi cita cita ‘Erwin’ yang ingin menjadi Ustad dengan berat hati mengiklaskan Erwin mondok,” Alhamdulillah saat ini sudah banyak kemajuan baik dalam pendidikan pormal maupun di bidang keagamaan”. Sampainya.

Ada rasa sedih dan bangga, sedih karena sudah hampir tiga tahun jarang bertemu namun bangga berkat program bapak Bupati Sarif, Erwin sudah hafal Al Qur’an.

Dari kisah ‘Erwin’ saat menghubungi dirinya, dirinya sangat senang dan betah bisa sekolah di pesantren, walau ada teman temannya dari Muratara yang pulang kampung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati, kalau tidak ada program ini, anakanya belum tentu hapal Al Qur’an,” untuk itu dirinya berharap anaknya dapat melanjutkan kuliah dan mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten Muratara.

Hal yang sama diungkapkan Abu Lipah warga Desa Kuto Tanjung, wali santri Hermanzah yang saat ini mondok di pondok pesantren Marinduan Madura dan dudukdi kelas Dua setingkat SMA.

Mengaku sangat senang dan Berterima Kasih, berkat program pengiriman santri ini , jika tidak ada program Bupati ini tidak mungkin anaknya dapat sekolah di pulau jawa,” dengan kondisi kito sebagai petani, dak tebayang nak nyekolahkanya sampe pulau Jawo,” Ungkap Abu Lipah.

Di kisahkannya, anak anak yang ikut program ini dari desa Kuto Tanjung ada Lima anak namun sayang tinggal Anaknya, Hermanzah dan satu anak lagi yang masih Mondok.
Saat ini, Hermanzah sudah duduk di kelas dua dan untuk sekolah umumnya mengambil jurusan IPA “ Alhamdulliah saat ini mendapat Beasiswa dari sekolah,” urainya.

untuk itu dirinya berharap program ini dapat berlanjut hingga Kuliah. Informasi program ini didapati dari pihak SMPN Lokal Jauh Napalicin tempat sekolah awal Hermanzah, dan Alhamdulilah “Berkat mondok di pesantren ia sudah empat Jus Hapal Al Qur’an.”tuturnya. (Pirdaus / Bonex).

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Comment